KATA MUTIARA

CITA - CITA ITU HARUS DIGAPAI DENGAN KERJA KERAS

PERAN SEORANG PEMUDA DALAM SEBUAH MASYARAKAT

Diposting oleh Raka Andrean

Selasa, 10 Januari 2012

Pemuda adalah generasi emas dari sebuah rantai usia, mengapa bisa begitu? Karena ditangan pemuda berbagai perubahan bisa terlaksana. Para pemuda memiliki energi yang begitu besar, dan dalam tahap bergelora dalam meraih sebuah cita – cita serta tujuan. Dalam usia mereka, berbagai inovasi serta terobosan emas sering muncul dalam pemikiran mereka. Seperti yang dikatakan oleh presiden pertama kita yaitu presiden Soekarno, beliau mengatakan sebagai berikut”beri saya 10 pemuda maka kita akan bisa mengguncang dunia”. Sungguh pernyataan yang sangat kuat maknanya, dimana seorang pemuda mempunyai sebuah harta tak ternilai didalam diri mereka.
   
Sungguh jika negara ini bisa memelihara para pemuda dengan benar, maka tak dapat dipungkiri bahwa negara kita akan menjadi negara yang begitu disegani. Bagaimana para pemuda itu pasti akan bisa mengharumkan nama Indonesia ditingkat dunia, dengan tingkat intelektual mereka serta semangat yang membumbung tinggi didalam diri mereka. Coba saja lihat negara – negara maju, mereka tetap menjadi negara maju karena para penerus negara adalah para pemuda yang begitu memiliki kecerdasan dan mampu  mempertahankan negara mereka untuk tetap menjadi negara maju. Hal ini lah yang harus dicontoh oleh negara kita, bagaimana negara kita Indonesia juga tak kalah dengan negara – negara maju. Banyak pemuda kita yang memiliki bakat – bakat terpendam dalam diri mereka tapi tak bisa berkembang karena tak ada dukungan dari pemerintah. Ada juga para pemuda yang lebih memilih untuk berkarier diluar negeri daripada kembali lagi ke Indonesia karena merasa tak dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah seharusnya bisa membawa para pemuda – pemuda berprestasi untuk kembali ke Indonesia, dengan begitu mereka akan bisa membangun Indonesia dengan pemikiran – pemikiran mereka berdasarkan pengalaman mereka selama diluar negeri. Atau juga pemerintah bisa mencium bakat – bakat pemuda didalam negeri dari Sabang sampai Merauke yang belum terdeteksi oleh pemerintah.

Didalam lingkungan masyarakat, seorang pemuda bisa membuat manfaat yang begitu banyak. Baik dalam segi pemikiran serta tenaga yang mereka berikan. Sebagai contoh kecil adalah seperti sebuah cerita nyata yang diangkat menjadi sebuah novel (dan menurut berita akan segera diangkat menjadi sebuah film), yang menceritakan seorang pemuda cerdas dan memiliki semangat yang tinggi menempuh hidup menjalani kehidupan yang keras. Bagaimana pemuda tersebut lahir dari keluarga sederhana di sebuah daerah dipulau Jawa tetapi bisa menempuh pendidikan sarjana dengan semangat yang ia miliki serta dukungan dari keluarganya hingga akhirnya ia lulus. Dalam menjalanin kehidupannya sebagai mahasiswa, ia tumbuh menjadi seorang mahasiswa yang kritis dan menolak berbagai macam hal yang menyimpang dari jalan yang benar. Singkat cerita ia memiliki cita – cita dalam dirinya untuk membangun desanya tercinta untuk menjadi desa yang mandiri, dengan tidak bergantung kepada investor dari negara luar. Sampai akhirnya cita – cita itu bisa terwujud dengan mendapatkan modal hasil dia berwirausaha dikota dan dibawa untuk membangun desanya. Bagaimana masyarakat desa sungguh bahagia memiliki pemuda seperti itu, karena desa tersebut bisa menjadi mandiri. Jika ada seorang pemuda saja dalam setiap daerah seperti figur diatas, maka bisa dipastikan tidak akan ada lagi daerah tertinggal di Indonesia. Semua daerah tertinggal tersebut akan bisa mendapatkan pemikiran dan terobosan yang inovatif serta bisa membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda atau tenaga produktif yang ada didaerah tersebut. Sungguh besar sekali manfaat jika Negara bisa memelihara pemuda dalam sebuah jenjang karier, dan bisa membangun daerah tertinggal yang masih ada di Indonesia.
Pemuda merupakan juga salah satu pembangkit dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Peristiwa  Budi Utomo adalah salah satunya, manfaat yang dirasakan oleh seorang masyarakat begitu sungguh besar. Bagaimana peristiwa itu menjadi titik kebangkitan nasional. Dimana semua lapisan masyarakat bersemangat untuk meraih kemerdekaan. Peristiwa lainnya adalah dalam bidang teknologi, yaitu pembuatan pesawat pertama kali oleh pemuda bernama Habibie (mantan Wakil Presiden RI). Hal itu menjadi salah satu kebangkitan teknologi, pak Habibie merupakan figur pembangkit. Setelah kejadian itu, Indonesia mulai berani dalam bermain dalam bidang teknologi. Banyak sekali pemuda yang ikut serta dalam rancangan pesawat – pesawat berikutnya. Hal itu sungguh terasa manfaatnya bagi masyarakat, dimana Indonesia memiliki teknologi hasil buatan dalam negeri. Dan yang terakhir adalah, peristiwa yang masih paling hangat di tahun 2011. Mobil Esemka yang merupakan buatan siswa – siswa SMK solo berhasil dibuat dengan menggunakan bahan – bahan 70 % dalam negeri. Sungguh apresiasi yang patut diberikan kepada para pemuda – pemuda Indonesia yang pernah melakukan inovasi yang manfaatnya begitu terasa didalam masyarakat kita. Itu adalah sebagian kecil contoh yang ada, dan masih banyak lagi pembuktian serta inovasi yang telah dilakukan oleh para pemuda – pemuda Indonesia tetapi tidak terlihat oleh sejarah. Pemerintah kita harus mulai sadar untuk tidak lagi menyia – nyiakan bakat – bakat para pemuda Indonesia, pemerintah harus memberikan dukungan penuh kepada mereka. Pemerintah harus bisa memberikan jalan kepada para pemuda untuk membangun negara Indonesia menjadi Negara maju.

Mari buat pemuda Indonesia menjadi pemuda yang berguna bagi masyarakat. Mari kita hindarkan para pemuda Indonesia dari segala hal negatif, seperti tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas. Karena tenaga serta pikiran para pemuda bisa diarahkan untuk membantu pembangunan Indonesia. Kita harus bisa memberi dukungan yang besar kepada para pemuda, jika mereka melakukan kesalahan mari kita arahkan mereka kejalan yang benar. Dengan pemuda maka kemajuan akan ditentukan, masa depan ada pada tangan pemuda.

Continue Reading

0 komentar:

DUA SISI MATA KOIN DALAM STRATIFIKASI SOSIAL

Diposting oleh Raka Andrean

Rabu, 28 Desember 2011

Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan, yang bisa diartikan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas -kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah. Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya.

Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang. Hal tersebut dapat diketahui dengan adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat. Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada.
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.
1.    Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
2.    Ukuran kekuasaan dan wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.
3.    Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.
4.    Ukuran ilmu pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

    Jadi berdasarkan ukuran yang telah dijabarkan diatas, maka dari hal – hal tersebut dapat ditarik sebuah pendapat bahwa stratifikasi sosial memuncukan beberapa aspek negatif dan positif dalam kehidupan dimasyarakat. Hal tersebut tidak dapat dimungkiri mungkin atau pun sudah pasti berada ditengah – tengah masyarakat dikarenakan adanya stratifikasi sosial. Sekarang aspek yang akan dijabarkan adalah aspek positif dari sebuah stratifikasi sosial.
Aspek positif yang muncul akibat adanya stratifikasi sosial adalah sbb :

1)    Manusia akan berjuang untuk memperbaiki taraf hidupnya
Seseorang yang berada dilapisan paling bawah, tentunya mempunyai keinginan untuk dapat merasakan bagaimana rasanya untuk menjadi seseorang yang berada paling atas. Hal itu akan membuat mereka untuk berusaha sekuat tenaga untuk dapat merubah nasibnya. Contohnya adalah, manusia berjuang untuk mendapatkan pendidikan dikarenakan mereka tahu dengan pendidikan mereka bisa untuk merubah nasib mereka menjadi lebih baik lagi dan derajatnya mereka akan dihargai oleh orang lain.
2)    Membuat manusia yang untuk mensyukuri atas apa yang sudah dimiliki
Seorang manusia harus selalu bersyukur atas apa yang mereka punyai, dengan adanya stratifikasi sosial itu kan membuat mereka yang berada dilapisan atas akan mempunyai pikiran untuk melihat kebawah. Melihat untuk bagaimana mereka yanng masih hidup dalam kekurangan sedangkan dirinya berada dilapisan atas. Sungguh hal ini akan menyadarkan bahwa atas segala yang ada merupakan titipan tuhan kepada kita.
3)    Membuat manusia untuk menghargai atas segala yang mereka punya
Manusia dilahirkan dengan mempunyai sifat yang tidak pernah puas, mereka selalu berusaha untuk mendapatkan apapun walaupun kadang mereka tidak terlalu membutuhkan itu. Itu lah yang sekarang disebut sifat konsumtif yang sedang berada ditengah – tengah masyarakat. Dengan adanya stratifikasi sosial akan membuat kita untuk menghargai setiap uang serta harta yang kita punya, karena tidak setiap orang akan merasakan keberuntungan dengan mempunyai harta atau uang yang melimpah.
4)    Akan membuat manusia untuk saling berbagi antar sesama
Ini merupakan hal yang ada didalam hati manusia, dimana berbagi merupakan suatu yang sudah pasti ada dalam diri manusia. Bagaimana manusia mempunyai sebuah perasaan dalam dirinya, ini pasti kan membuat mereka yang berada dilapisan atas akan berbagi dengan mereka yang berada dilapisan bawah untuk menyisihkan sebagian yang mereka punyai.

Dari hal – hal yang sudah dijelaskan mengenai aspek positif mengenai stratifikasi sosial, pasti ditengah – tengah masyarakat kita sudah ada dan pasti sering melihat hal – hal tersebut. Walau bagaimanapun juga, tidak hanya aspek positif saja yang ditimbulkan oleh stratifikasi sosial. Didalam stratifikasi sosial pasti ada aspek negatifnya yang memberi pengaruh buruk bagi kehidupan dimasyarakat kita.
Berikut ini merupakan beberapa aspek negatif yang ditimbulkan oleh stratifikasi sosial :

1)    Akan terjadi kesenjangan sosial didalam masyarakat
Lapisan bawah dan lapisan atas akan semakin terlihat sehingga diantara para penghuni masing – masing lapisan tersebut akan merasakan adanya rasa paling tinggi atau pun merasa paling bawah. Lalu akan terlihat pula, mana yang berada pada lapisan bawah dan mana yang berada pada lapisan atas. Sungguh ini tidak akan baik dalam kehidupan bermasyarakat,  sehingga tidak akan ada lagi sifat keramahan antarsesama.
2)    Banyaknya tindakan kriminal dilapisan bawah
Banyaknya tindak kejahatan yang semakin meningkat, disebabkan oleh adanya lapisan sosial ditengah – tengah masyarakat. Para penghuni lapisan bawah akan melakuka tindakan instan dengan melakukan tindakan mencuri atau merampok dari mereka yang terlihat berada pada lapisan atas.
3)    Membuat adanya kecemburuan sosial dan minder antarsesama
Seorang yang berada pada lapisan bawah akan merasa minder saat berdekatan dengan mereka yang berada dilapisan atas. Hal ini  membuat tidak adanya rasa kekeluargaan, karena lapisan bawah akan merasa ingin memiliki atas apa yang dimiliki oleh lapisan atas dan juga merasa tidak pantas untuk dekat dengan mereka yang berada dilapisan atas.

Demikianlah, hal yang dapat dibahas mengenai stratifikasi sosial. Mulai dari latar belakangnya terjadi stratifikasi sosial serta menguraikan aspek positif dan negatif yang ditimbulkan dengan adanya perbedaan lapisan dalam kehidupan. Bagaimana caranya untuk merawat kehidupan yang damai dan selalu dilapisin rasa kekeluargaan antarsesama, sehingga dampak negatif dari stratifikasi sosial tidak akan muncul dimasyarakat merupakan hal yang patut untuk direnungin oleh kita semua.

Continue Reading

0 komentar: